Makanan Rumah vs Ikatan Keluarga ?

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” adalah ungkapan yang sering sekali didengungkan sejak berada di bangku Sekolah Dasar. Ungkapan tersebut terdapat korelasi antara kesehatan tubuh seseorang dengan kekuatan jiwanya. Seseorang yang memiliki tubuh yang sehat cenderung memiliki kondisi psikologis yang baik yang akan mempengaruhi perilaku orang tersebut. Dengan demikian tubuh yang sehat perlu diupayakan. Salah satu cara untuk mengupayakan tubuh yang sehat adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi bagi tubuh. Makanan adalah sumber nutrisi bagi tubuh kita. Dengan demikian penting sekali untuk memperhatikan makanan yang kita makan. Bagaimana caranya? Makanan rumah adalah solusinya.

Makanan Rumah vs Ikatan Keluarga ?

Rutinitas yang padat bagi sebagian keluarga merupakan alasan untuk jajan dalam memenuhi kebutuhan makan di rumah. Mulai dari sarapan, makan siang, makan malam bahkan camilan mungkin semuanya dapat dibeli. Memang tidak ada larangan untuk membeli makanan jadi di luar. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti komposisi makanan, apakah nutrisi yang terkandung pada makanan yang kita beli memenuhi kebutuhan tubuh atau tidak. Kita juga perlu untuk memperhatikan higienitas produk makanan karena walaupun komposisi makanan telah memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, namun higienitas tidak terjamin, maka kesehatan tubuh dapat terancam. Bagi umat muslim, kehalalan produk juga utama.

makan-malam-bersama-keluarga

Semua kriteria tersebut (komposisi, higienitas, dan kehalalan) dapat kita penuhi dengan memasak sendiri. Memang ibu yang biasanya berperan sebagai juru masak perlu usaha yang lebih seperti bangun lebih pagi sebelum subuh dan menjaga ketersediaan stok bahan baku untuk memasak dengan belanja minimal seminggu sekali. Namun, sungguh makanan rumah merupakan salah satu faktor penguat ikatan keluarga. Karena memasak makanan untuk keluarga pasti disertai dengan kesungguhan dan rasa cinta. Sungguh-sungguh untuk menyajikan makanan yang lezat, sehat, higienis dan halal akan membuat anggota keluarga sulit untuk berpindah ke lain masakan. Kemanapun anggota keluarga pergi akan selalu rindu dengan makanan yang dimasak ibu di rumah. Dimanapun beraktivitas, ikatan hati akan tetap erat jika anggota keluarga terbiasa makan makanan rumah.

Selain itu, makanan rumah juga berperan penting dalam membentuk perilaku anak. Seorang anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua memiliki pola makan yang baik dan sehat maka anak akan menirunya dan sulit untuk meninggalkan pola tersebut. Orang tua yang terbiasa sarapan di rumah dan membawa bekal makanan akan ditiru oleh anak-anaknya. Hal ini akan membawa dampak positif di masa mendatang. Untuk itu para ibu hendaknya menyadari pentingnya makanan rumah ini dengan berjuang keras menyediakan makanan yang lezat, sehat, halal dan bervariasi untuk keluarga.

You May Also Like

Leave a Reply