Pentingnya Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP) Pada Proses Pembuatan Tepung Roti (Panko)

Setelah membahas semua hal tentang kualitas tepung roti, pada seri kedua pengetahuan tepung roti ini kita akan membahas tentang pentingnya sistem manajemen keamanan pangan atau disingkat SMKP pada proses pebuatan tepung roti.

Mengapa Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP) Penting?

Keamanan pangan merupakan hal utama yang perlu diperhatikan di industri pangan. Produksi makanan yang tidak aman dapat mengakibatkan keracunan makanan, penarikan produk, proses hukum/pengadilan yang panjang dan mahal dan tanpa disadari dapat merusak reputasi publik. Persyaratan pelanggan menuntut bahwa dalam rantai makanan harus dipastikan bahwa makanan diproses dengan memenuhi standar keamanan pangan dimulai dari awal hingga akhir proses rantai makanan.

Kebutuhan akan keamanan pangan mulai dari semua organisasi yang mengolah, menghasilkan, menangani, atau menyediakan makanan merupakan kebutuhan yang paling utama. Tak terkecuali PT Primera Panca Dwima sebagai salah satu produsen pembuat tepung roti (panko). Dalam proses pembuatan tepung roti (panko) yang berkualitas tinggi, PT Primera Panca Dwima menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP) berdasarkan ISO 22000 untuk dapat membantu Kami dalam mengurangi risiko bahaya saat proses pengolahan tepung roti (panko) berlangsung. Sistem Manajemen

Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Keamanan Pangan (SMKP) berisi tentang aturan dasar dalam proses pengolahan makanan yang baik dan benar, selain itu sistem manajemen ini juga memuat analisa tentang potensi bahaya atau kesalahan yang dapat terjadi selama proses pengolahan sehingga proses penarikan kembali produk yang berbahaya dapat langsung dilakukan apabila diperlukan.

Kebijakan penanganan keamanan pangan diarahkan untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi agar masyarakat terhindar dari bahaya, baik karena cemaran kimia maupun mikroba yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk dikonsumsi dan mendukung terjaminnya pertumbuhan/perkembangan kesehatan dan kecerdasan manusia.

ISO 22000 adalah suatu standar internasional yang menggabungkan dan melengkapi elemen utama sistem manajemen mutu (ISO 9001) dan HACCP yang dirancang untuk digunakan pada semua segmen industri pangan mulai dari penanganan, pengolahan, pendistribusian, penjualan sampai pada penyiapan makanan untuk dikonsumsi.

Primera-Panko-ISO-22000

Berikut Beberapa Point Mengapa Penerapan ISO 22000 Sangat Penting Bagi PT Primera Panca Dwima Sebagai Produsen Tepung Roti (Panko)

  • Dengan menerapkan sistem ISO 22000 akan semakin meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan/ konsumen.
  • Adanya sertifikasi ISO 22000, itu berarti perusahaan telah menjamin keamanan dari produk yang dihasilkan.
  • Penerapan sistem ISO 22000 dapat membuktikan bahwa perusahaan ikut serta dalam menjamin sistem perbaikan yang berkesinambungan, khususnya dalam hal keamanan pangan.
  • Perusahaan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya karena dibekali pengetahuan dan kompetensi yang memadai.
  • Produktivitas perusahaan dapat meningkat seiring dengan diterapkannya sistem manajemen keamanan pangan yang efektif dan efisien.
  • Perusahaan dapat menghasilkan produk yang memiliki kualitas tinggi dan terhindar dari bahaya fisik, kimia, serta mikrobiologi yang efeknya sangat berbahaya bagi tubuh baik dalam jangka pendek maupun efek jangka panjang.

PT Primera Panca Dwima berkomitmen akan memproduksi makanan yang sesuai dengan standar mutu Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Komitmen ini sejalan dengan standar ISO 22000:2005 mengenai Sistem Keamanan Pangan. PT Primera Panca Dwima menyadari bahwa aspek Keamanan Pangan adalah penting dalam pelaksanaan seluruh kegiatan produksi tepung roti di pabrik kami.

Oleh karena itu, perusahaan konsisten untuk melaksanakan pengelolaan aspek keamanan pangan secara efektif dan efisien, yaitu dengan cara mengawasi secara intensif pemakaian peralatan dan bahan baku yang dapat menimbulkan bahaya kontaminasi silang terhadap produk yang dihasilkan.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya 🙂

You May Also Like

Leave a Reply